Medan, wayticenter.com – Hisar Sinaga, tokoh sentral dari Aliansi Masyarakat Petani Tanjung Mulia, menjadi sorotan utama dalam aksi pernyataan sikap terkait dugaan korupsi pembayaran ganti rugi proyek jalan tol Medan-Binjai Seksi I Tanjung Mulia Hilir. Dengan lantang, ia menyuarakan ketidakadilan yang dirasakan oleh para petani dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat.
Sebagai perwakilan Aliansi Masyarakat Petani Tanjung Mulia, Hisar Sinaga dengan tegas menuding adanya oknum pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang telah melanggar Undang-Undang No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum. Ia menyoroti pengesahan SHM No. 213 yang dianggap tidak pernah ada, serta penggunaannya untuk menghilangkan kesepakatan yang telah disepakati oleh Menteri PUPR dan Menteri ATR BPN.
"Kami tegaskan bahwa SHM No. 213/Tanjung Mulia Hilir tidak pernah ada dan tidak pernah diperlihatkan kepada pihak Kanwil BPN. Kakanwil telah membohongi masyarakat Tanjung Mulia Hilir karena uang tersebut dibayarkan kepada masyarakat pemilik SHM No. 213/Tanjung Mulia Hilir secara sepihak," tegas Hisar Sinaga dalam orasinya.
Tidak hanya itu, Hisar juga menyoroti adanya indikasi keterlibatan mafia tanah dan oknum pejabat BPN dalam menikmati uang ganti rugi jalan tol. Ia mendesak Kapolda Sumatera Utara dan Dirkrimsus Polda Sumut untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku yang terlibat.
"Kami meminta agar Mantan Kanwil BPN Sumut Bambang Prayitno dan Dadang, serta Satgas A dan Satgas B Sdr. Abdul Rahim, Masnieri Situmorang, Fahrul, Deni Lubis ditangkap dan diadili. Kami juga meminta agar Notaris Oktariani Sidauruk diperiksa dan ditangkap karena membuat Akta Jual Beli sebagai Pemecahan dari SHM No. 213 yang diduga bodong," tandasnya.
Dengan nada penuh semangat, Hisar Sinaga menyatakan bahwa Aliansi Masyarakat Petani Tanjung Mulia akan terus berjuang hingga keadilan ditegakkan. Ia mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa di jalan tol jika tuntutan mereka tidak dipenuhi dalam waktu 3x24 jam.
"Kami tidak akan menyerah sampai hak-hak kami dipenuhi. Kami akan terus berjuang sampai keadilan ditegakkan," pungkasnya.
Keberanian dan ketegasan Hisar Sinaga dalam menyuarakan kebenaran telah menginspirasi banyak orang. Ia menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan harapan bagi para petani yang menjadi korban dalam kasus ini.
(Togi Sihombing)