MEDAN, wayticenter.com - Guna memperkokoh kerja sama strategis dan menyelaraskan langkah antar unsur penegak hukum, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Medan, Rabu (15/7/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan rutin kelembagaan, melainkan langkah nyata untuk mempererat hubungan, menyamakan persepsi, dan memperkuat kolaborasi antara Polri dan Kejaksaan. Selain mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, berintegritas dan berkeadilan, kedua pimpinan sepakat secara tegas untuk memprioritaskan penanganan perkara‑perkara besar yang menjadi sorotan masyarakat, di antaranya tindak pidana korupsi, penyalahgunaan narkotika dan psikotropika, serta tindak pidana ekonomi dan kejahatan siber yang kerap merugikan keuangan negara maupun masyarakat luas.
Dalam kunjungan itu, Kapolda Sumut didampingi langsung oleh Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., serta Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut. Rombongan disambut dengan penuh kehormatan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, S.H., M.H., didampingi Wakajati Eko Adhyaksono, S.H., M.H., Plh Asisten Intelijen, Asisten Tindak Pidana Khusus, Asisten Tindak Pidana Umum, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara, serta Asisten Tindak Pidana Militer.
Pertemuan berlangsung hangat, akrab namun sarat pembahasan mendalam. Selain membahas penguatan Sistem Peradilan Pidana Terpadu, kedua belah pihak secara khusus membahas mekanisme koordinasi mulai tahap penyelidikan, penyidikan hingga penuntutan, agar berjalan beriringan, cepat, akuntabel, tidak saling tumpang tindih kewenangan, serta bebas dari intervensi pihak mana pun. Disebutkan pula bahwa modus kejahatan saat ini kian terorganisir, berjejaring dan memanfaatkan kemajuan teknologi, sehingga kerja sama lintas lembaga sudah menjadi keharusan mutlak, bukan lagi pilihan.
Kajati Sumut Muhibuddin dalam sambutannya mengapresiasi tinggi kunjungan tersebut. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan adalah pondasi utama agar hukum berjalan efektif. Ia menegaskan, Kejaksaan dan Polri memiliki visi yang sama, yaitu memberantas habis kejahatan‑kejahatan luar biasa yang paling merusak sendi kehidupan berbangsa.
“Kami ucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Kapolda beserta jajaran. Pertemuan seperti ini sangat penting dan strategis. Kami sepakat sinergi ini makin kita erat, khususnya dalam menuntaskan kasus‑kasus korupsi yang nilainya besar, peredaran gelap narkoba yang sudah mengancam generasi muda, serta tindak pidana ekonomi dan kejahatan siber yang kerap merugikan banyak pihak. Semua ditangani secara profesional, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas serta kemajuan Sumatera Utara,” tegas Muhibuddin.
Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto menegaskan, sinergi yang kokoh antara Polri dan Kejaksaan adalah kunci utama agar penegakan hukum benar‑benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Ia mengakui tantangan makin berat, karena pelaku kejahatan korupsi, narkoba maupun ekonomi kini kian cerdas menyembunyikan jejak dan memanfaatkan celah aturan. Oleh sebab itu, penyatuan data, informasi dan kekuatan antar lembaga mutlak dilakukan.
“Koordinasi yang sudah berjalan baik harus terus kita tingkatkan kualitasnya. Polri dan Kejaksaan tidak bisa berjalan sendiri‑sendiri. Kita satukan langkah, khususnya pada penanganan kasus korupsi, narkoba, tindak pidana ekonomi dan kejahatan terorganisir lainnya, agar penanganannya cepat, tuntas, berkualitas dan memberikan efek jera yang nyata. Semua dikerjakan sesuai aturan, transparan, dan bertanggung jawab demi kepastian hukum bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara,” ungkap Irjen Whisnu.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., menambahkan, pertemuan ini sekaligus menjadi bukti komitmen nyata pimpinan membangun ekosistem penegakan hukum yang utuh dan saling menguatkan. Dijelaskannya, dalam pertemuan itu juga disepakati pembagian peran yang jelas sesuai kewenangan masing‑masing, sehingga tidak ada lagi kesenjangan informasi yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
“Bapak Kapolda memandang sinergi dan komunikasi terbuka dengan Kejaksaan sebagai bagian tak terpisahkan dari tugas pokok. Kita sepakat kasus‑kasus prioritas seperti korupsi, narkoba, tindak pidana ekonomi dan kejahatan siber akan ditangani dengan pola koordinasi yang lebih ketat dan terjadwal. Kolaborasi ini diperkuat dari tingkat pimpinan sampai pelaksana di lapangan, agar setiap proses hukum berjalan optimal, akuntabel, dan selalu berpegang pada prinsip keadilan,” jelas Kombes Ferry.
Dari pertemuan strategis ini diharapkan ke depannya koordinasi Polda Sumut dan Kejati Sumut makin kokoh dan berkelanjutan, melahirkan penegakan hukum yang makin berkualitas, serta menjadi jaminan kuat agar situasi keamanan, ketertiban dan kedamaian di seluruh wilayah Bumi Berkah senantiasa terjaga kondusif dan terkendali.
(Togi Sihombing)
Sumber humas polda Sumut
